Keangkuhan adalah musuh Tuhan, demikianlah firman Tuhan. “manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukan” banyak anak Tuhan yang jatuh di dalam dosa karena keangkuhan ini. Orang yang angkuh biasanya tidak mau menerima nasihat dari orang lain. Padahal nasihat itu banyak manfaatnya. “jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri” orang yang bijak mereka yang mau mendengar semua nasihat yang berikannya. Orang yang angkuh cenderung membenarkan diri sendiri. Merasa dirinya paling benar, sehingga dia gampang mengoreksi dan menilai orang lain. Dia selalu menilai negatif orang lain dan suka mencampuri urusan orang lain. Maka mari kita belajar untuk melihat diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum kita menilai orang lain, agar kita tidak jatuh dalam dosa.
Iman adalah hal yang paling penting yang harus jadi bagian dalam hidup kita. Karena orang benar hidup dalam Iman. Dengan adanya Iman kita dimampukan untuk menjalani seluruh aspek kehidupan kita. Sebagai anak Tuhan, kita harus terus hidup dan bertumbuh di dalam Iman yang sempurna, sehingga kita dapat berjalan sesuai dengan rencana Tuhan. Bahwa kita harus mendasari segala hal di dalam Iman, karena Iman dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita liat. Sebab tanpa Iman segala sesuatu yang kita lakukan adalah sia-sia. Memiliki Iman saja tidak cukup, harus di sertai dengan kesabaran. Mengharapkan suatu dari Tuhan kita dituntut kesabaran. Jadi Iman dan kesabaran merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Bukankah kita seringkali tidak sabar dalam menantikan janjikan tuhan itu? bahkan kita cenderung putus asa dan frustasi, bahkan tidak sedikit dari kita yang lalu meninggalkan Tuhan dan lari mencari pertolongan lain
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai Kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang bergemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai Kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai Kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
Kasih itu sabar; Kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketikadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung sesuatu.
Di antara iman, pengharapan dan Kasih, yang paling besar adalah kasih, dan Kasih tidak berkesudahan.
Kasihilah sesamamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri………….










